Mengukur Buah Takwa Manusia
Menutur Agama dari Atas mimbar dalam Mengukur Buah Takwa Manusia, karya Dr. Sehat Sultoni Dalimunthe, MA
Oleh : Fitri Yani Sihombing (fitriyanisihombing13@gmail.com)
Mahasiswa PAI, FTIK, IAIN Padangsidimpuan.
Assalamu'alaikum,
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah subahana wata'ala, sehingga saya bisa menulis dalam blog pertama saya ini, semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi kita semua tentunya dalam meningkatkan ketawakwan kita pada Allah Yang Maha Esa. Aamiin...
"Takwa ialah kalau kita mengerjakan segala sesuatu, kita kerjakan dengan kesadaran penuh bahwa Allah beserta kita, Allah menyertai kita, Allah mengawasi kita dan Allah memperhitungkan perbuatan kita". Inti takwa menurut Cak nur, (Menutur Agama di Atas Mimbar, Yogyakarta: Deepublish, Juli 2017) hal.11
Secara bahasa takwa berarti, "takut" dan "hati-hati". Sehingga menurut istilah takwa diartikan sebagai rasa takut, waspada, dan juga hati-hati dalam melakukan sesuatu. Tidak heran kalau takwa dimaknai dengan kepatuhan dan juga ketaatan terhadap apa yang dianjurkan dan dilarang oleh Allah untuk dilakukan.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang senantiasa melakukan kesalahan. Manusia bukanlah mahkluk yang sempurna, artinya setiap perbuatan dan tingkah laku manusia tidak lepas dari kesalahan dan juga dosa. Lantas apakah manusia bisa berbuat baik?
Tentunya pertanyaan ini cukup membuat kita bisa berfikir lebih jernih lagi. Singkat saja tentu manusia bisa berbuat baik, karena hakikatnya manusia itu memiliki hati dan juga rasa empati yang tinggi terhadap suatu kebaikan.
Lebih lanjut lagi Nurcholish Madjid mengatakan bahwa takwa
menghasilkan tindakan yang ikhlas, tulus, dan tanpa pamrih. Dengan takwa juga, berbuat baik bukan karena takut sama orang.
Meninggalkan perbuatan jahat juga bukan karena pengawasan
orang, tetapi karena dinamika yang tumbuh akibat dari takwa.
Takwa tidak jauh dari kata kebaikan. Dewasa ini, takwa bukan hanya sekedar pengingat diri supaya bisa lebih baik, melainkan suatu proses perjalanan manusia dalam menata hidup agar tidak jauh dari perintah Allah.
Allah memberikan banyak sekali kenikmatan yang luar biasa, salah satunya adalah takwanya jiwa. Jika takwa sudah damai bersama hati, pasti jiwa pun merasa tenang, tentram dan yakin dengan semua ketetapan Allah adalah hal yang terbaik.
Apa saja manfaat dari takwa?
Tentu banyak sekali, ketika mampu bertakwa semua akan terasa lebih baik. Karena takwa ini memberikan dorongan kepada setiap diri agar lebih percaya bahwa nikmat Allah itu sungguh luar biasa. Ketika percaya bahwa akan selalu ada hal yang baik dalam hidup kita, maka segala kekhawatiran tentang hidup ini akan mulai berkurang. Karena punya Allah yang selalu mendengar doa kita.
Selain itu takwa memberikan hati yang selalu terang dengan petunjuk cahaya dari Allah.
sebagaimana firman Allah, Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. QS. Al-Baqarah [2]: 282).
Takwa ini didasari oleh hati, dan dikerjakan oleh raga hanya untuk Allah semata. Semua yang dilakukan ikhlas karena Allah, setiap perbuatan baik atau buruknya diserahkan pada Allah saja.
Tugas kita sebagai manusia memang sudah selayaknya lah untuk senantiasa bertakwa.
Hidup di dunia hanya sementara, semua akan kembali padaNya.
Mari memulai hidup dengan hal yang baik, supaya yang terbaik bisa datang dengan segala kebahagiaan di dunia maupun akhirat nanti.
Takwa memberikan kita arti hidup yang sesungguhnya, bahwa setiap perbuatan kita akan diminta pertanggungjawaban.
Oleh karena itu mari berbuat baik, berusaha membenahi hati dengan takwa.
Yakinlah Allah selalu ada untuk kita, jika kita bertakwa dan hanya meminta kepada nya.
Semoga kita menjadi manusia yang selau bertakwa dalam hal menjaga iman, semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi siapapun yang telah berkenan membacanya.
Wassalam.
Komentar
Posting Komentar