Epistemologi Filsafat Ilmu
Ditulis oleh Fitri Yani Sihombing
Nim 1920100084, Mahasiswa IAIN PADANGSIDIMPUAN.
1. Pengertian Epistemologi
Epistemologi berasal dari bahasa Yunani ἐπιστήμη, epistēmē, artinya "pengetahuan", dan λόγος, logos, artinya "diskursus") adalah cabang dari filsafat yang berkaitan dengan teori pengetahuan.
F. Ferrier menciptakan epistemologi dalam model 'ontologi', untuk menetapkan bahwa epistemologi merupakan cabang filsafat yang bertujuan untuk menemukan makna dari pengetahuan, dan menyebutnya 'awal yang sesungguhnya' dari filsafat. Kata ini setara dengan konsep Wissenschaftslehre, yang digunakan oleh filsuf jerman Johann Fichte dan Bernard Bolzano untuk proyek-proyek yang berbeda sebelum digunakan kembali oleh Husserl. Para filsuf Prancis kemudian memberi istilah épistémologie makna yang sempit sebagai 'teori pengetahuan [théorie de la connaissance].' di antaranya, Émile Meyerson yang membuka karyanya Identitas dan Realitas, yang ditulis pada tahun 1908, dengan catatan bahwa kata 'kemenjadian' setara dengan 'filsafat ilmu pengetahuan.
Kata epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme dan logos. Episteme artinya pengetahuan dan logos artinya teori atau ilmu. Jadi, epistemologi merupakan suatu ilmu yang mengkaji tentang sumber pengetahuan atau asal mula metode, struktur, dan valid tidaknya suatu pengetahuan.
Jadi Epistemologi adalah cabang ilmu filsafat yang membahas tentang ilmu pengetahuan dari Sesuatu yang ada di dalam pendidikan. Epistemologi ini mengarah pada pengetahuan atau teori ilmu pengetahuan. Dalam hal ini kita membahas bagaimana Ilmu pengetahuan itu diperoleh, dan bagaimana kita mengetahui apa yang kita ketahui. Banyak sekali perdebatan mengenai ilmu pengetahuan.
Unsur-unsul Ilmu pengetahuan antara lain; mengetahui, diketahui, kesadaran mengenai sesuatu yang diketahui. Dalam hal pendidikan, epistimologi berkaitan dengan metode yang diberikan oleh guru.
Contoh Epistemologi Dalam Kehidupan Sehari-hari, yaitu :
Contoh epistemologi dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan bagaimana kita mendapatkan ilmu pengetahuan contohnya yaitu kursi. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita bisa tahu bahwa benda tersebut adalah kursi? Dengan dan berdasarkan hal apa kita bisa memiliki pemikiran dan anggapan bahwa itu benar-benar sebuah kursi?
Awal mula tentu kita memiliki pengetahuan dan menangkap keberadaan tentang kursi melalui pancaindra kita setelah itu mulai dilakukan analisa yang dilakukan akal kita. Akal kemudian mengkategorikannya menjadi sebuah ilmu pengetahuan yang membahas tentang kursi. Inilah yang menjadi praktek epistemologi dalam kehidupan sehari-hari sama seperti benda-benda lainnya.
Terimakasih.
Sumber:
Porter, Noah, ed. (1913). "Epistemology". Webster's Revised Unabridged Dictionary. G & C. Merriam Co. hlm. 501.
"The Epistemology of Ethics". 1 September 2011.
Encyclopædia Britannica Online, 2007
Komentar
Posting Komentar