Ontologi

 Di tulis oleh Fitri Yani Sihombing, Nim 1920100084

Mahasiswa jurusan PAI, IAIN PADANGSIDIMPUAN.


Defenisi Ontologi

Kata ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ontos dan logos. Ontos artinya ada dan logos artinya ilmu. Jadi disimpulkan bahwa ontologi merupakan ilmu yang membahas tentang keberadaan atau merupakan sebuah ilmu yang membahas tentang hakikat dari segala sesuatu yang ada baik itu berupa realitas fisik maupun metafisik.

Aspek Ilmu pengetahuan dalam hal ini ditentukan oleh metodis, sistematis (saling berkaitan), dan rasional (berdasarkan fakta). Seperti Benda mati, Benda hidup, manusia individu, dan lain sebagainya. 

Nah, jadi apa kaitannya berikut adalah penjelasan tentang ontologi Filsafat ilmu.


Pada setiap kajian disiplin suatu ilmu, biasanya ada aspek-aspek tertentu yang mendominasi bersifat mayor, disamping ada juga aspek lain yang yang akan menjadi aspek pendukung yang bersifat minor. Terlebih lagi jika kajian ini membahas dari suatu induk. Induk yang dimaksud di sini ialah induk pengetahuan itu sendiri atau sering disebut dengan ‘filsafat’, sebelum melahirkan turunannya yang kemudian menjadi berbagai cabang berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Hakikat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang:


1. kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?

Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.

2. Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis.


Beberapa aliran dalam bidang ontologi, yakni Monisme, Dualisme, Materialisme, Idealisme, Agnostisisme.

Adapun ontologi dimaksud di sini adalah suatu kajian yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan “apa”, sehingga ini sangatlah mendasar dan awal sebelum membahas hal yang lainnya. Pembahasan pertama dari tema apapun seharusnya diawali dengan menjawab “apa”, sehingga akan teridentifikasi batasan-batasan apa yang menjadi kajiannya. Sementara tahapan berikutnya adalah epistemologi, yaitu bagaimana mencari berbagai pengetahuan yang berhubungan dan berkaitan terhadap jawaban “apa” yang dimaksud di kajian ontologi seperti tersebut di atas. Adapun langkah berikutnya adalah, tidak hanya cukup dengan mendefinisikan ‘apa sesuatu’ itu tetapi harusnya melengkapi berbagai macam halnya tentang ‘sesuatu’ yang sedang menjadi objek pembahasan. Oleh karena itu berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan ‘sesuatu’ yang sedang menjadi objek pembahasan menjadi target utama aspek epistemologi ini, guna melahirkan suatu disiplin ilmu tertentu.


Ontologi merupakan salah satu diantara lapangan-lapangan penyelidikan filsafat yang paling kuno. Pertama kali diperkenalkan oleh filosof Yunani bernama Thales atas pernungannya terhadap air yang terdapat dimana-mana, dan sampai pada kesimpulan bahwa “air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula dari segala sesuatu”. Yang penting bagi kita bukanlah mengenai kesimpulannya tersebut melainkan pendiriannya bahwa mungkin segala sesuatu berasal dari satu substansi saja.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

LOGIKA FILSAFAT dan SAINTIFIKA

Aksiologi Filsafat ilmu

Rangkuman Bab 1 dalam Buku Filsafat Pendidikan Akhlak, Karya DR. Sehat Sultoni Dalimunthe, M.A.